Artikel Berita

Dari Adriano Padama, Mahasiswa Bisa Belajar

Penulis

Admin Jagatara

Diterbitkan

21 Agustus 2026

Kategori

Umum

Dilihat

19x

Penulis

Admin Jagatara

Tanggal

21/08/2026

Kategori

Umum

Dilihat

19x

#Andriano#Alor
Dari Adriano Padama, Mahasiswa Bisa Belajar

Baru-baru ini, sebuah video viral memperlihatkan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan berani menyampaikan keluhan soal lonjakan harga beras langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Apa yang dilakukan Adriano menjadi contoh bagaimana aspirasi dapat disampaikan secara efektif dan berdampak nyata.

Adriano mampu memanfaatkan momentum dengan baik. Saat Menteri Pertanian sedang memberikan sambutan di podium kampus Undip, ia tidak tinggal diam. Di hadapan ribuan mahasiswa, pejabat, dan akademisi, Adriano berani menyuarakan kondisi yang dialami masyarakat di daerahnya.

Keberanian dan kepercayaan dirinya patut diapresiasi. Menyampaikan pendapat secara langsung di hadapan pejabat tinggi negara membutuhkan mental yang kuat. Adriano menunjukkan bahwa suara anak muda dapat membawa persoalan masyarakat ke tingkat nasional melalui dialog langsung.

Dalam menyampaikan keluhannya, Adriano tidak sekadar berargumen. Ia memberikan data konkret. Di Alor, harga beras bisa melonjak hingga Rp25.000 bahkan Rp30.000 per kilogram saat krisis. Kondisi itu terjadi karena daerahnya belum mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri. Data spesifik tersebut memberikan gambaran nyata kepada pemerintah tentang keseriusan masalah yang dihadapi.

Adriano juga tidak hanya menyampaikan data, melainkan menyuarakan realitas sosial yang dirasakan keluarganya dan masyarakat di daerahnya. Masalah tersebut selama ini tak kunjung terselesaikan. Alih-alih berunjuk rasa, ia memilih dialog langsung. Hasilnya, Menteri Pertanian langsung menginstruksikan Bulog untuk mengirim pasokan beras ke Alor pada hari itu juga.

Apa yang dilakukan Adriano patut dijadikan contoh. Ia memadukan keberanian, fakta yang jelas, dan momentum yang tepat. Hal ini membuktikan bahwa aspirasi yang disampaikan dengan santun namun tegas dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.


Editor: Maspa